CEW :"yankk,, aku telah di nodai..
COW : "Gak apa², berani kotor itu baik.."
CEW : "Tapi yank,, hal ini makan Hati.."
COW : "Apa pun makanannya, minumnya teh botol sosro.."
CEW : "ayang gimana sich..?? Terus bagaimana dengan tunagan kita.?!"
COW : "Biarin, yg penting Mintz.."
CEW : "Tapi nanti perut ku tambah gede YANK"
COW : "Gede siihh,, tp rela bagi-bagi..??"
CEW : "KALO begitu kita putus aja yankk
COW : " jangan,, Tanpamu aku Galau.."
CEW : "AYANK keterlaluan, mending aku bunuh diri aja, biar aku gak ada..!!"
COW : "Jangan dunk,, Gak ada lo Gak rame.."
CEW: "huaaa.......x_x ( nangis pergi wc)
Rabu, 27 Juni 2012
Senin, 25 Juni 2012
CINDERELLA DAN PUTRI IRAKUS (edited)
Penokohan
:
· Cinderella è Protagonis
· Putri
Irakus è Antagonis
· Pangeran è Protagonis
· Raja è Tritagonis
· Ratu è Antagonis
· Pengawal è Tritagonis
Perwatakan
:
· Cinderella è Lemah
lembut, sopan, baik hati, sabar.
· Putri
Irakus è Genit,
licik, iri hati, tolol, suka pamer.
· Pangeran è Tulus,
setia, keras kepala.
· Raja è Adil,
bijaksana.
· Ratu è Judes,
cerewet, sombong.
· Pengawal è Patuh,
romantis.
Sinopsis cerita :
Cinderella memenangkan sayembara sandal
bakiak yang diadakan oleh kerajaan, Pangeran pun langsung melamar Cinderella
dan membawanya ke Istana. Namun Ratu menentang keinginan Pangeran menikahi
Cinderella, karena Ratu telah menjodohkan Pangeran dengan Putri dari Kerajaan
Jatuh Bangun yaitu Putri Irakus. Atas kebijaksanaan Raja, akhirnya diadakan 3
kompetisi untuk menentukan siapa yang akan menjadi Istri Pangeran yaitu
kompetisi memasak, menjahit, dan mendandani pengawal. Setelah berbagai macam
kompetisi dijalani dan Putri Irakus tidak sportif dalam kompetisi tersebut,
akhirnya Cinderella lah yang berhak menjadi Istri Pangeran. Namun apa yang
terjadi??? Cinderella tidak mencintai Pangeran lagi, ternyata selama ini ia
telah menjalin hubungan rahasia dengan salah satu Pengawal Kerajaan dan
Cinderella memutuskan untuk menikah dengan Pengawal. Sedangkan Pangeran
terpaksa menikah dengan Putri Irakus. Mereka pun hidup bahagia selamanya.
CINDERELLA DAN PUTRI IRAKUS
Cinderella
adalah seorang gadis yang cantik jelita. Hidupnya sangat menderita semenjak ibu
dan ayahnya meninggalkannya, sehingga ia harus tinggal dengan keluarga tiri
yang sangat jahat padanya. Namun, karena kebaikan dan ketulusannya, Cinderella
berhasil memenangkan sayembara sandal bakiak di Kerajaan oleh bantuan Ibu Peri,
yang akhirnya akan dipersunting oleh Pangeran. Lalu, Pangeran membawa
Cinderella ke istana. Namun, cerita itu belum selesai.
Ketika Sang Pangeran
membawa Cinderella ke istana . . . .
(Di arena sudah ada
Ratu yang sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke arena)
Ratu : (berdiri lalu menunjuk Cinderella)
Siapa perempuan ini, Pangeran?
Pangeran : Ini adalah wanita yang akan menjadi
istriku, Bunda.
Ratu : Kau yakin memilih wanita seperti ini?
Pangeran : Ya, kami sudah saling mencintai. (Cinderella
dan Pangeran saling bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum.)
Ratu : Apa? Kau pilih perempuan seperti ini
yang tampang pembantu? Apa kata Bu Nia?
Cinderella: Apa kata dunia, Ratu.
Ratu : Ya. Itu maksudku.
Pangeran: Walaupun penampilannya seperti
pembantu, tapi hatinya seperti emas 24 karat.
Ratu: Kau bilang hatinya seperti emas
karatan? Tapi Pangeran. Bunda sudah menemukan pasangan yang cocok untukmu
Pangeran. Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Pangeran: Tapi Bunda . . . .
Ratu: Dia adalah wanita yang sangat cantik.
Lagipula dia adalah wanita yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung.
Apabila kerajaan kita bersatu dengan Kerajaan Jatuh Bangun, akan menjadi
kerajaan yang sangaaaaat besaaar.
Pangeran: Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.
Ratu : Tidak boleh! Pokoknya kau harus
menikah dengan Putri Irakus.
Pangeran : Hah? Irakus? Nama yang aneh. Tapi aku
tetap tidak mau.
Ratu : Harus mau!
Pangeran : Tidak mau!
Ratu : Pokoknya harus!
Pangeran : Gak mau!
Ratu : Harus!
Pangeran : Mau. Eh tidak mau!
Ratu : Dasar anak durhaka kau!
Pangeran : Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?
Ratu: Kurang ajar kau! Sudah membantah
perintah orang tua! (Ratu hampir menampar Pangeran)
Raja : (masuk ke arena) Stop..!! Ada
apa ini? Siapa perempuan itu? (menunjuk Cinderella)
Pangeran : Ini adalah calon istriku, Ayahanda.
Raja : Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan
ini yang memenangkan sayembara sandal bakiak itu. (sambil melirik sandal bakiak yang dipakai Cinderella)
Pangeran : Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai
pasangan sandal bakiak yang lainnya.
Ratu: Tapi aku sudah menemukan jodoh buat
Pangeran! Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Raja :Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!
Ratu : Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu.
Masa Pangeran menikah sama pembantu seperti itu. Jangan gila donk!
Raja : (berfikir sejenak) Ya. Sudah.
Bagaimana kalau kita adakan suatu kompetisi?
Ratu : Kompetisi lagi ? Sebentar, akan kupanggilkan Putri
Irakus dulu.. Putri Irakus !
Putri Irakus : Iya Ibunda Ratu, ada apa ?
Ratu : Raja akan mengadakan sebuah kompetisi untuk
menentukan siapa yang akan menikah dengan pangeran... bagaimana menurutmu ?
Putri Irakus : Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?
Raja : Kalau kau menang dalam kompetisi itu,
kau yang akan menikahi Pangeran. Kalau perempuan itu yang menang, dia yang akan
menikah dengan Pangeran. Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?
Ratu : Lagi-lagi kau memberikan keputusan
yang aneh! Setelah kau dan Pangeran mengadakan sayembara sandal bakiak aneh
itu!
Putri Irakus : Baiklah kalau begitu, saya terima,
Yang Mulia.
Ratu : Apa? Kau terima tantangan aneh itu?(marah)
Putri Irakus : Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing
secara sportif.
Ratu : Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya
aku bibimu apa? (semakin marah)
Putri Irakus : Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula
saya yakin saya bisa mengalahkan perempuan itu.
Cinderella : (mengacungkan tangan)
Raja : Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan
keputusanku?
Cinderella : Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.
Raja : Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?
Cinderella : Sebenarnya, saya keberatan dipanggil
dengan sebutan perempuan itu. Saya kan juga punya nama.
Raja : Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri.
Siapa namamu?
Cinderella : Namaku Cinderella.
Ratu : Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama
yang paling aneh yang pernah kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas
mendapatkan nama itu!
Cinderella : Sebenarnya itu cuma nama panggilanku
saja. Nama itu diberikan oleh ibu dan saudara-saudara tiriku yang selalu jahat
padaku.
Ratu : Alaah! Pake curhat segala!
Raja : Kalau begitu, siapa nama aslimu?
Cinderella : Tapi, nama asliku terlalu panjang.
Raja : Sebutkan saja
Cinderella : Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba
Bella Sintia Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.
Putri Irakus: Tapi, namaku juga tidak kalah
panjangnya dengan Cinderella. Aku bisa menyebutkannya sekarang.
Raja: Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan
nama?
(semua terdiam
sejenak)
Raja: Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau
setuju?
Pangeran: Apapun keputusan Ayahanda, aku setuju.
Ratu: Apa? Kau terima juga keputusan aneh
itu? Sedangkan kau membantah perintahku?
Raja: Oke! Kalau begitu, kompetisi dimulai
besok pagi pukul 9.00 sampai dengan selesai.
Ratu: Tapi, kompetisi seperti apa baginda?
Raja: Ada tiga kompetisi yang akan digelar
yaitu:
1). Kompetisi memasak
2). Kompetisi menjahit
3). Kompetisi yang
masih dirahasiakan
Kalian siap?
Cinderella & P.
Irakus : Siap,
Yang Mulia.
Raja : Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan
arena kemudian disusul dengan  Cinderella dan Pangeran sambil bergandengan
tangan)
Ratu : Kita harus menyusun rencana supaya
Cinderella kalah dalam kompetisi itu.
Putri Irakus : Ya, I agree with you.
Ratu : Sini, saya bisikin.
Putri Irakus : Ih… Geli!
Ratu: Mau gak?
Putri Irakus : Iya, iya.
Putri Irakus: Itu ide berlian!
Ratu: Brilian.
Putri Irakus : Ya. Itu maksudku.
Ratu & Putri
Irakus :
Ha ha ha ha ha . . . . (Ratu dan Putri Irakus meninggalkan arena).
Keesokan harinya . . .
.
(Semua masuk arena)
Raja: Kalian sudah siap melaksanakan
kompetisi pertama?
Cinderella & P.
Irakus : Ya
iyalah . . . .
Raja : Pengawal! Siapkan bahan &
alat-alat masaknya!
Pengawal : Baik Baginda. (Pengawal menyiapkan
alat-alat masak)
Raja : Kompetisi pertama yaitu kompetisi
memasak resmi dibuka. Tepuk tangan!
(Raja, Ratu, dan
Pangeran duduk di ruang makan, sementara Cinderella dan Putri Irakus sibuk
memasak.)
Raja : Kira-kira, siapa yang akan menang?
Ratu : Pasti putri Irakus yang akan menang.
Pangeran : Yakin banget sih!
Ratu : Suka-suka gue donk!
Raja : Sudah-sudah! Jangan bertengkar! Lihat
saja nanti!
Sementara itu di dapur
. . . .
Cinderella : Putri Irakus, aku titip masakanku dulu
ya. Aku mau ke belakang dulu.
Putri Irakus: Tenang saja! Masakanmu aman kok!
Ternyata, Putri Irakus
mempunyai niat jahat. Dia menaburkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones
pada masakan Cinderella supaya rasa masakan Cinderella menjadi tidak karuan.
Namun, tanpa sengaja, putri Irakus lupa menaburkan garam ke masakannya sendiri.
(Cinderella masuk
lagi ke dapur).
Cinderella : Terima kasih, ya. Sudah menunggu
masakanku.
Putri Irakus : Sama-sama. Oh ya, tadi ada 3 ekor
lalat hinggap di adonan masakanmu lho. Tapi, sudah kuusir jauh-jauh.
Cinderella : Terima kasih very much.
Setelah sekian lama menunggu,
akhirnya Cinderella dan putri Irakus telah selesai mamasak masakan mereka.
Akhirnya tiba penilaian masakan Cinderella dan Putri Irakus.
(Cinderella dan
Putri Irakus keluar dari dapur dan membawa masakan mereka ke Istana)
Cinderella : Selamat Menikmati, Yang Mulia.
Raja : Terima kasih. (Mencicipi masakan
Cinderella) Emm . . . . Masakanmu enak sekali. Coba kau cicipi Pangeran!
Pangeran: Emm . . . . Ini adalah masakan yang
paling enak dari semua masakan yang pernah kucoba.
Putri Irakus : Tidak mungkin! Masakanku jauh lebih
enak. Kalau tidak percaya, cicipi saja!
(Semua mencicipi
masakan Putri Irakus)
Ratu : Dia benar! Masakan Putri Irakus lebih
enak daripada masakan Cinderella.(berpura-pura)
Raja : Istriku. Apa kau mempunyai masalah
dengan indera perasamu? Masakan ini sama sekali tidak ada rasanya. Kau bilang
masakan ini enak?
Pangeran : Iya. Ayahanda benar. Masakan ini sama
sekali tidak ada rasanya.
Ratu: Euh . . .
Raja: Baiklah. Sudah kuputuskan. Bahwa
pemenang dari kompetisi ini adalah . . . . Cinderella!! Jadi, skor sementara
1-0 untuk Cinderella. Tepuk tangan untuk Cinderella!
Raja : Selamat ya Cinderella.
Cinderella: Terima kasih.
Raja : Saya tunggu kalian besok jam 9.00 pagi
untuk kompetisi kedua yaitu kompetisi menjahit.
(Raja meninggalkan
arena. Kemudian disusul oleh Pangeran dan Cinderella)
Ratu : Irakus! Kamu sengaja ya? Kenapa
masakan Cinderella jadi enak sementara masakanmu sama sekali tidak ada rasanya?
(marah)
Putri Irakus : Ampun, Nyai Ratu. Saya . . . .
Ratu: Apa?? Kau panggil aku Nyai? Setelah
kau menyebutku Bibi?(semakin marah)
Putri Irakus :Maksudku Ibunda Ratu. Saya sudah
memasukkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones dalam adonan masakan
Cinderella supaya masakan Cinderella tidak karuan. Tapi, entah mengapa masakan Cinderella
justru menjadi enak.
Ratu : Dasar tolol! Itu sih sama dengan
membantu membumbui masakan Cinderella! Harusnya kau tambahkan cuka yang banyak
atau kotoran unta dari Timur Tengah sekalian!
Putri Irakus : Maafkan saya, Bibi. Eh, maksudku
Ibunda Ratu.
Ratu : Ya, sudahlah. Yang lalu biarlah
berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Sekarang, kita susun rencana baru untuk
kompetisi selanjutnya.
(Ratu dan Putri
Irakus meninggalkan arena dan pengawal datang membersihkan ruangan)
Keesokan harinya . . .
.
(semua masuk ke
arena)
Raja : Selamat pagi semuanya! Apakah kalian
siap mengikuti kompetisi kedua?
Cinderella &
Irakus :
Ya, kami siap.
Raja : Kompetisi kedua yaitu kompetisi
menjahit baju untuk Pangeran resmi dibuka. Tepuk tangan! (semua tepuk tangan)
Peraturannya sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju untuk Pangeran
dalam waktu satu malam. Baju yang kalian buat harus diserahkan besok pagi
sebelum kompetisi ketiga dimulai. Kalian mengerti dengan peraturannya?
Cinderella &
Irakus :
Mengerti, Yang Mulia.
Raja : Sekarang, kalian bisa memulai
pembuatan baju kalian.
Cinderella : Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit
sekarang.
(Cinderella &
Putri Irakus pergi meniggalkan arena disusul dengan Raja)
Malamnya, Cinderella
mulai menjahit.
(Cinderella masuk membawa
kain dan berpura-pura menjahit, kemudian pengawal masuk).
Pengawal : Nona Cinderella. Anda dipanggil untuk
menghadap Paduka Raja.
Cinderella : Oh, baiklah kalau begitu.
(Cinderella dan
Pengawal meninggalkan arena, kemudian datang Putri Irakus)
Putri Irakus : (datang lalu merobek pakaian buatan
Cinderella) Dengan begini. Kau pasti kalah, Cinderella. Ha ha ha ha! (meninggalkan
arena, kemudian beberapa detik kemudian Cinderella datang).
Cinderella : Tidak! Siapa yang berani melakukan
ini? (mengambil kain yang telah dirobek) Aduh, pasti aku akan kalah
dalam kompetisi kedua ini. Apa yang harus kulakukan?(menangis, lalu keluar arena)
Keesokan harinya . . .
.
(Raja, Pangeran,
Ratu, & Pengawal masuk)
Raja: Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan
pemenang dari kompetisi kedua ini. Kepada Putri Irakus, silahkan masuk dan
memperlihatkan baju buatannya.
(Putri Irakus masuk
sambil memperlihatkan baju buatannya)
Putri Irakus : Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang
saya buat.
Raja: Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan
yang kau pakai untuk membuat baju ini?
Putri Irakus : Baju ini dibuat dari berbagai macam
kulit. Kulit unta, kulit pisang, kulit domba, kulit gajah, kulit cheetah, dan
tak lupa juga ditambahkan dengan kulit kodok.
Pangeran : Wow! Unik sekali!
Ratu : Tentu saja! Siapa dulu yang
membuatnya? Putri Irakus . . . .
Raja : Sekarang, tiba giliran Cinderella.
Cinderella, saatnya kau masuk dan membawa baju buatanmu.
Satu jam kemudian . .
. (Cinderella tidak muncul-muncul)
Dua jam kemudian . . .
. (Cinderella tidak muncul juga)
Raja: Kemana sih Cinderella itu? Kok belum
muncul-muncul. Pengawal! Cari Cinderella!
Pengawal: Baik (kemudian keluar arena)
Putri Irakus : Mungkin dia belum menyelesaikan baju
buatannya. Atau mungkin dia sama sekali tidak bisa menjahit.
Pangeran : ah sudah sudah...
Beberapa menit
kemudian . . . .
Cinderella : (datang tergesa-gesa dan pengawal
menyusul di belakang Cinderella) Yang Mulia, maaf…saya terlambat.
Raja: Dari mana saja kamu Cinderella? Kami
sudah menunggu kamu, Cinderella.
Cinderella: Begini yang mulia, seseorang telah
merobek baju yang saya buat untuk Pangeran.
Ratu : Alaah! Paling itu cuma alasan kamu
saja.
Cinderella : Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.
(menunjukan baju
robek ke raja dan kemudian ke penonton)
Ratu : Alah! Paling kamu yang merobek baju
itu.
Cinderella : Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!
Raja : Sudahlah! Lagipula kita sudah
bisa melihat siapa pemenangnya. Jadi skor sementara satu sama.
(Putri Irakus dan
Ratu terlihat girang)
Cinderella : Tapi, Yang Mulia . . . .
Pangeran : Sudahlah Cinderella. (memegang
pundak Cinderella) Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Nasi
sudah menjadi bubur. Dan bubur tidak bisa menjadi nasi lagi. Lagipula masih ada
kompetisi ketiga. Jadi, kau masih punya kesempatan untuk mengalahkan Irakus.
Putri Irakus : Oh ya! Tempo hari, Yang Mulia bilang
kompetisi ketiga masih dirahasiakan. Kalau begitu, apa kompetisi ketiganya,
Yang Mulia?
Raja : Kompetisi yang ketiga adalah . . . .
kompetisi mendandani pengawal kerajaan!
Pengawal : Hah? Mendandani pengawal kerajaan?
Ratu : Tapi, Baginda. Semua pengawal sakit
cacar ayam, kecuali pengawal yang itu tadi.
Raja : Oh, iya ya. Dari Minggu kemarin mereka
sakit yah. Berarti kurang satu orang lagi. (berfikir)
Pangeran : Aku saja
Ayahanda.. aku siap menjadi sukarelawannya.
Raja : Apa kau
yakin anakku ?
Pangeran : Yakin
Ayahanda. Semua akan kulakukan demi Cinderella, yang sangat aku cintai.
Raja : Baiklah anakku. Pengawal! Siapkan
kursi dan alat kecantikannya!
Pengawal : Baik, Yang Mulia.
(Pengawal
menyiapkan kursi & alat kecantikan. Lalu Pengawal dan Pangeran duduk di
kursi)
Raja : Sekarang kalian boleh memulai
mendandani pengawal dan Pangeran dan waktu kalian adalah 137,87 detik dari
sekarang!
(Cinderella dan
Putri Irakus mendandani pengawal dan Pangeran)
Ratu: Ayo! Cepat! Cepat!
Putri Irakus : Iya! Iya!
Raja: Waktu habis!
(Cinderella dan
Putri Irakus berhenti mendandani Pengawal dan Pangeran)
Raja: (melihat-lihat muka Pangeran dan
pengawal) Wow! Aku kan menyuruhmu mendandani pengawal ini supaya cantik?
Bukan menyulapnya menjadi seperti badut!
Putri Irakus: Ma . . . maaf, Yang Mulia. Ini semua
gara-gara Ratu yang mengesa-gesa saya mendandani pengawal.
Ratu : Aeh-aeh! Kenapa kau jadi menyalahkan Ratu?
Putri Irakus : Emang salah Ratu kok!
Ratu : Salah gimana maksud lho? Kok kamu jadi
nyalahin Ratu sih? Dasar tidak tahu terima kasih! Aku kan sudah membantumu
untuk membuat Cinderella kalah! Lagipula, merobek baju itu ideku! (terdiam
sejenak) Ups…
Semua : Ooo…
Raja : Jadi, kalian yang merobek baju
Cinderella itu?
Ratu : Bukan aku! Itu Putri Irakus! (menunjuk
Putri Irakus)
Putri Irakus: Tapi itu kan ide Ratu!
Raja : Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang
akan menikah dengan Pangeran adalah . . . . Cinderella!
Putri Irakus : Oh no !!!
Ratu : Dengan sangat berat hati, aku terima
kau jadi menantuku, Cinderella.
Cinderella : Tapi, Yang Mulia......
Raja : Ada apa Cinderella ?
Cinderella : Maafkan aku Pangeran... Aku berubah
pikiran. Aku memang menyayangi kamu, tapi . . .
Pangeran : Apa maksudmu Cinderella ? Ada apa ini
?
Cinderella : Hatiku Cuma ada satu, Pangeran.. Dan
itu sudah kuberikan untuk . . . .
Pangeran : Siapa ?
Cinderella : Untuk
. . . . . Pengawal ...
Pengawal : Akhirnya kita bisa bersatu,
Cinderella.
Cinderella: Iya my Love....
Pengawal: Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada
yang menggangu. Aku . . . .mencintaimu.
Cinderella: Aku mencintaimu..
Raja & Ratu : So sweeeet . . . .
Pangeran : Oh my God ! (pingsan)
(Putri Irakus masuk menolong Pangeran, sementara Raja
dan Ratu masih asik melihat kemesraan Cinderella dengan Pengawal Kerajaan)
Akhirnya, setelah
berbagai macam kompetisi dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pengawal. Dan
Pangeran terpaksa menikah dengan Putri Irakus. Mereka pun hidup bahagia
selamanya . . . .
~~ SELESAI ~~
Langganan:
Komentar (Atom)